Antusiasme Dialog Santripreneur Dihadiri Oleh Lebih dari 400 Santri – Kegiatan Dialog Penumbuhan Wirausaha Baru Di Lingkungan Pondok Pesantren (Santripreneur) dihadiri oleh lebih dari 400 orang mulai dari para santri dan santriwati, alumni pesantren dan perwakilan masyarakat di kabupaten Cilacap. Kegiatan dimulai jam 08.00 dawali dengan proses registrasi para peserta dialog dan undangan yang hadir. Tepat pukul 14.00 agenda dialog Penumbuhan Wirausaha Baru Di Lingkungan Pondok Pesantren (Santripreneur) dimulai dengan prosesi Motivasi kewirausahaan yang dipandu oleh Mas Pujianto SE dari CEO  Kaos NGAPAK agar di jaman yang serba canggih ini sebagai generasi muda harus gigih dalam berjuang untuk menjadi teladan di masing-masing komunitas.karena santri punya mental yang kuat,disiplin,kreatif dan mempunyai  jaringan yang luas dan kuat,ini yang harus dimanfaatkan agar generasi kita bisa lebih maju daripada generasi Negara tetangga.

Diawali pembacaan ayat suci Alqur’an oleh perwakilan santri Pesantren Sunan Drajat kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan ditutup dengan pembacaan doa sebelum acara dialog secara resmi secara dimulai.

 kegiatan Pengarahan  ini dipandu oleh Bapak Eddy Siswanto selaku Sekretaris Ditjen IKM yang memulai kegiatan dengan narasi tentang program penumbuhan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren (Santripreneur) dan penyajian data untuk kurun waktu tahun 2013-2018, Ditjen IKM telah membina lima pondok pesantren di empat wilayah, yakni Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kab. Garut, Jawa Barat, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kab. Pacitan, Jawa Timur. Jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti sebanyak ratusan  santri untuk mendapatkan pelatihan dan peningkatan keterampilan di bidang konveksi dan kerajinan batu akik.

Dan untuk tahun ini Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Cialacap merupakan salah satu lokasi pilot project yang dilaksanakan Kemenperin dalam menjalankan program Santripreneur pada tahun 2018. Yang diharapkan dari program ini adalah pesantren bisa bertindak sebagai “agent of change” dan mampu mendukung pemerataan ekonomi nasional, karena jumlah pondok pesantren di Indonesia sangat banyak,” ujarnya.

Sebagai narasumber pertama adalah Bapak Eddy Siswanto, Sek Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian yang diberikan waktu  menit untuk memaparkan program lebih lanjut tentang Sosialisasi Program Santripreneur 2018 yang dijalankan oleh Kementerian Perindustrian khususnya Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Point-point yang dikemukakan, antara lain yaitu :

  1. Program Santripreneur akan menjadi salah satu garda terdepan terhadap penumbuhan dan pengembangan wirausaha-wirausaha baru di Indonesia dengan kontribusi akhir dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi secara nasional.
  2. Untuk menunjang hal tersebut pihaknya akan mendidik dan membina sekitar 20 orang santri terpilih untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan di bidang Konveksi sebagai langkah awal. Selain itu, Ditjen IKM akan memfasilitasi pemberian bantuan mesin dan peralatan yang bakal diserahkan kepada pihak pondok pesantren melalui mekanisme hibah ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cilacap.
  3. Keterkaitan dan keterikatan antar stakeholder sangat penting di dalam mempercepat program ini agar dapat diadaptasi dan direalisasikan secara menyeluruh ke seluruh Indonesia, baik dari sisi kebijakan dan regulasi yang diwakili oleh Kementerian Pusat dan Pemerintah Daerah, pihak perbankan yang mampu menjembatani business proses dalam sector pembiayaan dan permodalan serta lembaga pendidikan baik umum maupun yang berbasis keagamaan seperti Pondok Pesantren al ihya ulumaddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *