Detail Profil Pendamping
Krisdianto, S.E.
Keahlian
-
Profesional manajemen proyek
-
Spesialis pengembangan masyarakat
Lokasi : Purwokerto
Krisdianto, S.E. adalah seorang profesional manajemen proyek dan spesialis pengembangan masyarakat. Ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dengan konsentrasi Manajemen Pariwisata dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata Indonesia, Semarang (lulus 2012). Selama lebih dari satu dekade, Krisdianto telah mendedikasikan kariernya untuk mengelola program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pertanian berkelanjutan, dan energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH).
Sebagai seorang Project Officer yang berpengalaman, Krisdianto memiliki rekam jejak yang solid dalam memimpin proyek-proyek yang didanai oleh lembaga donor internasional. Keahlian utamanya terletak pada pengembangan komoditas gula kelapa dan gula aren organik. Antara tahun 2011 hingga 2015, ia memegang peran kunci dalam kemitraan strategis dengan HIVOS Regional Office South East Asia (ROSEA) untuk meningkatkan kualitas produksi, akses pasar, dan penguatan kelembagaan koperasi petani gula di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Selain itu, ia juga mengelola program penguatan kesejahteraan petani hutan melalui Local Cooperation Fund (LCF) Kedutaan Besar Finlandia (2013–2015).
Pengalaman Krisdianto tidak hanya terbatas di Pulau Jawa. Ia memperluas portofolionya dengan menangani proyek-proyek kompleks di Kalimantan. Pada 2016–2017, ia dipercaya mengelola program penguatan kapasitas bisnis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, di bawah kerangka kerja Tropical Forest Conservation Act (TFCA). Selanjutnya, ia memimpin inisiatif Green Prosperity bersama Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (2017–2018), yang berfokus pada pengembangan model pertanian berkelanjutan yang didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan (PLTMH) di daerah penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Pada tahun 2018, Krisdianto kembali memperkuat sektor pangan di Jawa Tengah melalui proyek Standards in the Southeast Asian Food Trade (SAFT) bekerja sama dengan GIZ, memastikan standar perdagangan pangan yang tinggi di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Kapabilitas teknisnya turut diperkuat melalui berbagai pelatihan profesional, termasuk Pengembangan Manajemen Mutu Produk Pertanian serta Analisis Rantai Nilai (Value Chain) dan Sub-sektor yang diselenggarakan oleh HIVOS Asia Tenggara.