lppslh.or.id

Statistics

Members : 3
Content : 94
Web Links : 6
Content View Hits : 88069

Produk LPPSLH


Buku Konsolidasi Penyusunan Profil Pengelolaan Sumberdaya Air
Buku Konsolidasi Penyusunan Profil Pengelolaan Sumberdaya Air

Buku Memperkuat Negara demi Rakyat
Buku Memperkuat Negara demi Rakyat

Buku Berguru Pada Rakyat
Buku Berguru Pada Rakyat

Buku Legine Badeg Banyumas
Buku Legine Badeg Banyumas
JA slide show
 

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup

LAPORAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL MIKRO (PUKM)

E-mail Print PDF

BULAN APRIL 2012

Oleh Yuliana Desi Puspasari

 

Program Pengembangan Usaha Kecil Mikro

Jappukmas merupakan organisasi yang anggotanya terdiri dari individu dan kelompok perempuan usaha kecil di Kabupaten Banyumas. Diantara organisasi serupa, maka Jappukmas merupakan salah satu yang berpengalaman di jaringan ASPPUK. Bukan hanya usianya yang sudah cukup untuk disebut senior, tetapi apa yang dilakukan oleh organisasi ini pada masanya dulu juga merupakan organisasi yang terdepan diantara organisasi serupa. Berbagai capacity building yang difasilitasi oleh LPPSLH bersama Jappukmas tergolong advance dan menjawab kebutuhan organisasi sebelum akhirnya mati suri jelang 2009.

Pada masa kekinian, ketika kondisi bangsa Indonesia semakin kritis dimana persoalan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya marjinal, Jappukmas baru saja berbenah. Secara kelembagaan mungkin saja dapat pulih, tetapi secara gerakan ini adalah tantangan yang luar biasa. Program Pengembangan Usaha Kecil Mikro LPPSLH yang saat ini diampu oleh seorang manager dan seorang staf berupaya keras untuk mendorong Jappukmas agar bergeliat dan bangkit dari kematiannya. Diawali dengan Mubes kemudian Renstra dan beberapa capacity building pengurus sepanjang tahun 2012, Jappukmas diharapkan mampu menjadi gerakan perlawanan atas menjawab krisis di Indonesia, khususnya Kabupaten Banyumas.

Muncul gagasan di awal 2012 tentang gerakan ekonomi kerakyatan sebagai bentuk pengorganisasian masyarakat melalui pendekatan ekonomi. Jappukmas dengan pengalaman yang cukup dalam mengelola LPK ingin segera memperkuat diri demi perkembangan organisasi. Lembaga Keuangan Perempuan yang biasa disebut sebagai pra-koperasi oleh pemerintah, idealnya secara sistematis memang dipersiapkan untuk berbadan hukum. Namun prosedur yang rumit dan model pengelolaan administrasinya yang harus standar perbankan, menjadi kendala tersendiri bagi LKP Jappukmas yang telah mati suri. Belum lagi persiapan badan hukum selesai, mentalitas pengurus Jappukmas kembali dinamis dan berdampak pada proses penguatan kelembagaannya.

Ada beberapa pelajaran menarik yang dapat dipetik dari proses persiapan badan hukum koperasi yang dilakukan oleh Jappukmas ini antara lain, bahwa memaknai sebuah gerakan tidak selalu melekat pada organisasi berbadan hukum. Hal yang penting dalam sebuah gerakan adalah keterlibatan peran secara utuh dari seluruh elemen yang tergabung, baik itu di level bawah, tengah dan atas. Selama ini Jappukmas menguat hanya di tataran elitnya saja, yaitu pengurus.

Pendidikan Kemasyarakatan

Program Pendidikan Kemasyarakatan 2012 telah memasuki bulan ketiga. Setelah kegiatan yang pertama terlaksana pada bulan Maret, yaitu Penguatan Kelembagaan LKP maka kegiatan kedua yang dilakukan di dua kabupaten pada bulan April adalah Supervisi dan Pendampingan. Mengawali kegiatan supervisi dan pendampingan, Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayau Kabupaten Brebes dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 April 2012. Jarppukayu sebagai wadah bagi gerakan perempuan di tingkat desa, saat ini telah memasuki usianya yang kedua, banyak capaian dan hambatan yang menjadi catatan penting bagi organisasi ini. Salah satunya adalah kapasitas kelompok yang semakin meningkat dalam menyelesaikan problem internal mereka.

Kemudian bersamaan dengan kegiatan kelompok Permat dan Jarbangsri, maka kegiatan supervisi dan pendampingan di Kabupaten Blora dilakukan secara santai dan jauh dari formal. Dengan metode yang sama, yaitu turun lapangan dan diskusi dalam forum kelompok maka kegiatan supervisi ini diharapkan hasilnya lebih optimal dan dapat memotret kondisi riil individu, kelompok dan masyarakat di kedua desa. Beberapa indicator capaian program, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat terferivikasi dalam wawancara dengan masyarakat serta diskusi kelompok.

Desa Tlogotuwung yang secara konsisten melaksanakan pertemuan rutin kelompok setiap tanggal 24, pada bulan April ini juga melaksanakan pertemuan untuk membahas RTL pelatihan pada tanggal 23 April 2012 lalu. Yang hadir dalam pertemuan tanggal 23 April hanyalah pengurus inti, merumuskan draft anggaran dasar organisasi serta job description bagi pengurus. Pertemuan ini difasilitasi oleh pendamping lapangan Leonardus dengan cukup efektif. Temuan menarik yang berhasil dirangkum oleh Leo, panggilan akrab Leonardus, salah satunya adalah perkembangan LKP Permat yang cukup baik. Administrasi dan pembukuan yang sudah beranjak tertib, anggota meningkat serta tingkat kemacetan sangat kecil dan nyaris tidak ada. Mekanisme yang dibuat oleh dan untuk dilaksanakan bersama, terbukti cukup efektif dalam membentuk mentalitas anggota dalam konteks LKP.

Setelah beberapa saat bergiat bersama kelompok di pedalaman desa hutan, tanggal 27 April 2012 pendamping Leo beranjak ke Desa Blumbangrejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Desa yang berjarak lebih dari 80 km, Blumbangrejo relatif lebih kota jika dibandingkan dengan Desa Tlogotuwung. Agenda yang ditunggu-tunggu oleh kelompok Jarbangsri akhirnya tiba, seperti biasanya pada tanggal 28 para perempuan anggota Jarbangsri berkumpul untuk bertukar informasi dan saling menguatkan. Sebelas anggota baru yang terdiri dari perempuan dusun Blumbang, Blimbing dan Bagen berkomitmen dalam Jarbangsri di awal 2012. Dibutuhkan metode khusus untuk mengelola kelompok yang memiliki konflik internal sekaligus tekanan dari penguasa.

 

LAPORAN PROGRAM PERTANIAN

E-mail Print PDF

Progress Program Pertanian Bulan April 2012

By. Kukuh Haryadi

Kegiatan yang telah dilakukan :

1. Rapat Koordinasi Pengurus KSU Nira Satria

Rapat koordinasi pengurus koperasi bertujuan untuk melihat perkembangan kegiatan penguatan kelembagaan sekaligus untuk mengukur performance usaha koperasi dan menyusun perencanaan 1 minggu ke depan tentang kegiatan yang akan dilakukan. Media ini sekaligus sebagai peningkatan kapasitas pengurus koperasi. Kegiatan ini diselenggarakan setiap minggu yang dilaksanakan di sekretariat koperasi. Kegiatan yang telah dilakukan selama bulan April antara lain :

  • Penguatan kapasitas pengurus tentang perkoperasian
  • Diskusi strategi perekrutan anggota
  • Diskusi strategi penguatan permodalan koperasi
  • Review tentang pengelolaan usaha koperasi
  • Diskusi strategi penguatan usaha simpan pinjam dan perdagangan gula kelapa
  • Diskusi penyusunan agenda tentang penguatan kapasitas pengurus
  • Diskusi tentang pembagian peran kegiatan yang sedang dijalankan koperasi
  • Negosiasi dengan buyer

Adapun capaian yang telah dihasilkan dari rapat koordinasi pengurus antara lain :

  • Semakin menguatnya kapasitas pengurus koperasi
  • Tersusun mekanisme baru untuk penguatan usaha koperasi
  • Tersusun pembagian peran dan tanggung jawab pengurus koperasi
  • Adanya peluang pemasaran gula semut kepada buyer
  • Tersusun strategi penguatan usaha koperasi
  • Tersusun dan telah disepakati pembagian keuntungan usaha koperasi
  • Tersusun jadwal sosialisasi tentang koperasi
  • Pengurus koperasi melakukan pendampingan di petani gula kelapa kabupaten Brebes melalui penguatan kelompok di Desa Sirampog.

2. Asistensi dan Pendampingan Kelompok

Asistensi dan pendampingan kelompok dilakukan dengan tujuan untuk melakukan penguatan forum kelompok melalui proses belajar bersama. Pendampingan melalui forum pertemuan kelompok juga sekaligus untuk mempererat solidaritas antar anggota kelompok yang harapannya semua anggota kelompok dapat tergabung dalam koperasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan di seluruh wilayah dampingan seperti Desa Sokawera, Rancamaya, Pageraji, Kedungurang dan Kemawi. Capaian dari kegiatan ini antara lain :

  • Menguatnya peran pengurus kelompok dalam melayani anggota
  • Semakin menguatnya kapasitas anggota kelompok dalam memahami keberadaan kelompok
  • Terpetakan kendala dan hambatan dalam pengembangan kelembagaan kelompok
  • Tersusun kesepakatan-kesepakatan tata aturan di kelompok.

3. Sosialisasi Koperasi

Kegiatan sosialisasi tentang koperasi dilakukan secara terus menerus baik dilakukan di forum-forum pertemuan maupun langsung ke petani gula kelapa. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengenalan koperasi Nira Satria sekaligus supaya petani gula kelapa memahami arah dan tujuan didirikannya koperasi. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah dampingan yang melibatkan petani gula kelapa sebanyak 20 – 30 orang. Melalui kegiatan ini telah tercapai :

  • Kesepahaman untuk bergabung dengan koperasi sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakati
  • Terhimpun masukan-masukan untuk terus melakukan penguatan kelembagaan koperasi
  • Petani gula kelapa memahami mekanisme usaha koperasi dan layanan anggota

4. Diskusi Pendokumentasian Best Practice Program dengan KRKP

Diskusi ini dilakukan atas inisiasi KRKP (Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan) dan dilaksanakan oleh koordinator KRKP yaitu Witoro dan Amelia (Lembaga Kajian Pangan Lokal UGM). Pendokumentasian best practice program dilakukan di 7 wilayah jaringan kerja KRKP. Dengan adanya pendokumentasian ini, harapannya akan tersusun pengalaman-pengalaman dalam menjalankan program di wilayah jaringan kerja KRKP sehingga akan menambah referensi khasanah pengetahuan yang dapat direplikasikan di wilayah lain. Hal-hal yang didokumentasikan antara lain :

  • Penguatan kelembagaan kelompok di Desa Kedungurang
  • Penguatan kelembagaan KSU Nira satria
  • Jalur perdagangan gula kelapa
  • Penerapan sistem manajemen mutu
  • Dampak program

5. Penyusunan Laporan Pendahuluan Pelatihan Gula Semut di Panajam Paser Utara Propinsi Kaltim

Kegiatan ini dilakukan karena LPPSLH mendapatkan tawaran untuk melaksanakan kegiatan pelatihan teknis produksi oleh Dirjen IKM Pangan Kementerian Perindustrian di wilayah Kabupaten Panajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur. LPPSLH sendiri telah berpengalaman dalam pengembangan gula semut di Kabupaten Banyumas. Ada beberapa tahapan dalam melaksanakan kegiatan ini antara lain :

  • Rapat koordinasi dengan Dirjen IKM pangan Kementerian Perindustrian
  • Survei lokasi kegiatan
  • Pelaksanaan pelatihan
  • Laporan akhir

Capaian kegiatan yang telah dilakukan antara lain :

  • Tersusun Laporan pendahuluan pelatihan teknis produksi gula semut
  • Tersepakati metode dan materi pelatihan
  • Tersepakati jadwal pelaksanaan kegiatan


6. Assessment Wilayah Penghasil Aren di Kendal

Pelaksanaan kegiatan assessment dilakukan setelah program bersama P3R dengan program telah melakukan diskusi dengan pengusaha agrobisnis di Jakarta yang ingin mengembangkan komoditas aren di Kabupaten Kendal. Wilayah pengembangannya dipilih di wilayah kecamatan yang merupakan penghasil gula aren terbesar di kabupaten Kendal. Wilayah yang telah dipilih di Kecamatan Limbangan, sebelah utara Bandungan. Hasil dari assessment antara lain :

  • Terpetakan situasi dan kondisi petani gula aren
  • Terpetakan tingkat kualitas produk gula aren
  • Terpetakan para pemangku kepentingan di wilayah kecamatan Limbangan
  • Terpetakan kelembagaan yang ada di wilayah penghasil gula aren

7. Pengembangan Program Pertanian

Selama periode bulan April telah dilakukan inisiasi pengembangan program sekaligus untuk melakukan perluasan wilayah program. Melalui pengembangan program memiliki tujuan untuk terus melakukan penguatan kelembagaan LPPSLH sekaligus terus melakukan kerja-kerja penguatan masyarakat di wilayah kabupaten lain. Kegiatan pengembangan program yang telah dilakukan di bulan ini antara lain :

  • Diskusi Konsep Pengembangan Program
  • Penyusunan Konsep replikasi pengembangan program
  • Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Pengembangan Program di Kendal
  • Diskusi hasil assessment dengan pengusaha agrobisnis di Jakarta
  • Diskusi Pengembangan Wilayah dengan BAPPEDA Banjarnegara
  • Diskusi pengembangan program dengan HIVOS
  • Diskusi Pengembangan wilayah dengan Dinperindagkop Purbalingga
  • Pengiriman proposal tungku ke GEF

Capaian dari kegiatan ini antara lain :

  • Tersusun konsep pengembangan program
  • Tersusun kesepakatan pengembangan program pertanian di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara
  • Terkirim Proposal ke GEF
  • Terbangun kesepahaman untuk pengembangan program di Kabupaten Kendal

Rencana Program Pertanian bulan Mei 2012 :

1. Siaran langsung RRI tentang Wanita Tani

2. Rakor Pengurus Koperasi

3. Audensi dengan Disperindagkop Purbalingga

4. Assessment wilayah pengembangan program

5. Penyusunan draft proposal pengembangan program

6. Capacity building pengurus koperasi

7. Penguatan unit usaha koperasi

8. Penguatan sistem penjaminan mutu

9. Penguatan kelembagaan koperasi

Last Updated ( Friday, 04 May 2012 11:30 )
 

LAPORAN STAF PROGRAM PERKOTAAN (APRIL 2012)

E-mail Print PDF

LIVE IN

Bersama Komunitas Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung Baturraden

“Prestasi Yang Besar Sesungguhnya Merupakan hasil Dari Melalukan Hal-Hal Kecil Dengan Baik”

disusun oleh : Intan Permata Selni

Perempuan banyak mempunyai kisah yang berbeda di kehidupannya, salah satunya adalah kisah seorang wanita pekerja seks komersial sebut saja Ana. Ia menjadi pekerja seks sudah 6 tahun dengan umurnya saat ini 26 tahun. Ia bisa tergolong sebagai senior dalam kehidupan itu. Pengalamannya pasti sangat banyak dan beragam tentunya. Hal pertama yang ia ceritakan adalah kehidupan bebasnya menyebabkan ia hamil dan ia memutuskan untuk melahirkan anaknya walaupun saat itu tidak mempunyai uang untuk biaya persalinan. Dengan usaha meminjam uang dari seseorang yang mengaku sebagi bank dengan pembayaran di cicil sebulan sekali selama 2 tahun dengan perbulannya ia dikenakan biaya Rp.400.000,- sebenarnya saya juga masih bertanya-tanya bank apa yang mempunyai usaha meminjamkan dengan menangih langsung ke rumah. Ya selajutnya dengan uang pinjaman itu ia melahirkan anaknya, menurutnya anaknya berjenis kelamin perempuan, dan ia mengatakan anaknya kemudian ia berikan kepada seorang haji. Dengan pernjanjian bahwa ia tidak akan menemui anaknya. Menurutnya anaknya saat ini berusia 1 tahun. Sampai saat ini ia masih mencicil pinjamannya. Ia berkata meskipun saya bekerja seperti ini tapi saya tetap ingin manabung untuk urusan penting yang mendadak. Menurutnya karena ia masih punya tanggungan jadi ia tidak seperti temannya yang bisa membeli barang-barang pelengkap sambil tertawa.

Selanjutnya saya memutuskan untuk menginap di kos-kosannya. Saat proses berkumpul saya menyadari bahwa perlu ada metode khusus yang dapat mendekatkan diri saya dengan komunitas. Saya mencoba mengunakan filem untuk metode pendekatan ini. Film yang dipilih adalah film yang berhubungan dengan HIV & AIDS yaitu pembuatan kondom. Kawan-kawan freelance cukup menyimak dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kondom. Meskipun sesekali mereka tidak focus pada filem itu sendiri. Melalui media film dirasa cukup efektif untuk kegiatan pendampingan selanjutnya, tentunya dengan eksplorasi metode pendampingan yang lebih efektif lagi.

Seusai menonton filem dan diskusi ringan., tiba lah waktunya mereka bekerja mulai jam 10 malam menuju diskotik terdekat. Saya ditinggal sendiri di kamarnya, saya tertidur sesaat dan bangun kemudian pukul 12.00 WIB karena mendengar banyak suara berisik dari luar rumah yang dijadikan kos-kosannya. Ya suara berisik di luar, suara tertawa, suara motor melintas. Ya itulah gambaran lingkungan wanita pekerja seks ini tinggal. Membuat saya tidak bisa tidur dan memang saya menjadi terjaga hingga jam 01.00 ada yang mengetuk jendela kamar yang saya temapat dan kemudian suara laki-laki memanggil sang pemilik kamar. Tiba-tiba saya menjadi was-was karena yang ditakutkan jika teman pemilik kamar ini sedang mabok dan masuk kedalam kamar sedangkan posisi kamar tidak terkunci. Saya tidak menjawab panggilan itu dan mengecilkan suara TV seolah tidak ada orang di kamar itu, sampai akhirnya suara laki-laki itu tidak terdengar lagi.

Si pemilik kamar kemudian pulang dini hari pada pukul 02.00WIB. Saat pulang ia tidak terlalu mabuk dan ia mengatakan bahwa cuma dapat dua klien yang pertama hanya menemani minum, kemudian yang klien kedua meminta ia tidur. Wau kehidupan yang saya sendiri tidak mau membanyangkannya ia bekerja kemudian diberi uang Rp. 400.000,- Saya yang terjaga dari pukul 12.00 WIB menjadi ikut berbincang dengan beberapa penghuni kosan yang terlihat mabok dan berbicara tidak jelas. Obrolan jadi tidak jelas karena pengaruh alcohol yang mereka minum bareng klien.

Pengalaman tinggal bersama komunitas sangat mengasikkan karena pendamping dapat mengeksplorasi metode baru dan lebih efektif terhadap komunitas. Melalui live in ini pendamping dapat membangun modal social yang mendekatkan diri secara personil dengan dampingan. Modal social secara kedekatan personal dengan keakraban yang dibangun adalah salah satu kunci keberhasilan pendampingan.

Last Updated ( Friday, 04 May 2012 11:09 )
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 10

Link

hivos
crs
gf
pkbi
asppuk
krkp
jakerpo

Kontak Kami

Jl. Jatisari No.28 Sumampir, Purwokerto
Jawa Tengah - Indonesia
tlp/fax: (0281) 623117
email: public@lppslh.or.id

You are here: Home