BULAN APRIL 2012
Oleh Yuliana Desi Puspasari
Program Pengembangan Usaha Kecil Mikro
Jappukmas merupakan organisasi yang anggotanya terdiri dari individu dan kelompok perempuan usaha kecil di Kabupaten Banyumas. Diantara organisasi serupa, maka Jappukmas merupakan salah satu yang berpengalaman di jaringan ASPPUK. Bukan hanya usianya yang sudah cukup untuk disebut senior, tetapi apa yang dilakukan oleh organisasi ini pada masanya dulu juga merupakan organisasi yang terdepan diantara organisasi serupa. Berbagai capacity building yang difasilitasi oleh LPPSLH bersama Jappukmas tergolong advance dan menjawab kebutuhan organisasi sebelum akhirnya mati suri jelang 2009.
Pada masa kekinian, ketika kondisi bangsa Indonesia semakin kritis dimana persoalan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya marjinal, Jappukmas baru saja berbenah. Secara kelembagaan mungkin saja dapat pulih, tetapi secara gerakan ini adalah tantangan yang luar biasa. Program Pengembangan Usaha Kecil Mikro LPPSLH yang saat ini diampu oleh seorang manager dan seorang staf berupaya keras untuk mendorong Jappukmas agar bergeliat dan bangkit dari kematiannya. Diawali dengan Mubes kemudian Renstra dan beberapa capacity building pengurus sepanjang tahun 2012, Jappukmas diharapkan mampu menjadi gerakan perlawanan atas menjawab krisis di Indonesia, khususnya Kabupaten Banyumas.
Muncul gagasan di awal 2012 tentang gerakan ekonomi kerakyatan sebagai bentuk pengorganisasian masyarakat melalui pendekatan ekonomi. Jappukmas dengan pengalaman yang cukup dalam mengelola LPK ingin segera memperkuat diri demi perkembangan organisasi. Lembaga Keuangan Perempuan yang biasa disebut sebagai pra-koperasi oleh pemerintah, idealnya secara sistematis memang dipersiapkan untuk berbadan hukum. Namun prosedur yang rumit dan model pengelolaan administrasinya yang harus standar perbankan, menjadi kendala tersendiri bagi LKP Jappukmas yang telah mati suri. Belum lagi persiapan badan hukum selesai, mentalitas pengurus Jappukmas kembali dinamis dan berdampak pada proses penguatan kelembagaannya.
Ada beberapa pelajaran menarik yang dapat dipetik dari proses persiapan badan hukum koperasi yang dilakukan oleh Jappukmas ini antara lain, bahwa memaknai sebuah gerakan tidak selalu melekat pada organisasi berbadan hukum. Hal yang penting dalam sebuah gerakan adalah keterlibatan peran secara utuh dari seluruh elemen yang tergabung, baik itu di level bawah, tengah dan atas. Selama ini Jappukmas menguat hanya di tataran elitnya saja, yaitu pengurus.
Pendidikan Kemasyarakatan
Program Pendidikan Kemasyarakatan 2012 telah memasuki bulan ketiga. Setelah kegiatan yang pertama terlaksana pada bulan Maret, yaitu Penguatan Kelembagaan LKP maka kegiatan kedua yang dilakukan di dua kabupaten pada bulan April adalah Supervisi dan Pendampingan. Mengawali kegiatan supervisi dan pendampingan, Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayau Kabupaten Brebes dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 April 2012. Jarppukayu sebagai wadah bagi gerakan perempuan di tingkat desa, saat ini telah memasuki usianya yang kedua, banyak capaian dan hambatan yang menjadi catatan penting bagi organisasi ini. Salah satunya adalah kapasitas kelompok yang semakin meningkat dalam menyelesaikan problem internal mereka.
Kemudian bersamaan dengan kegiatan kelompok Permat dan Jarbangsri, maka kegiatan supervisi dan pendampingan di Kabupaten Blora dilakukan secara santai dan jauh dari formal. Dengan metode yang sama, yaitu turun lapangan dan diskusi dalam forum kelompok maka kegiatan supervisi ini diharapkan hasilnya lebih optimal dan dapat memotret kondisi riil individu, kelompok dan masyarakat di kedua desa. Beberapa indicator capaian program, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat terferivikasi dalam wawancara dengan masyarakat serta diskusi kelompok.
Desa Tlogotuwung yang secara konsisten melaksanakan pertemuan rutin kelompok setiap tanggal 24, pada bulan April ini juga melaksanakan pertemuan untuk membahas RTL pelatihan pada tanggal 23 April 2012 lalu. Yang hadir dalam pertemuan tanggal 23 April hanyalah pengurus inti, merumuskan draft anggaran dasar organisasi serta job description bagi pengurus. Pertemuan ini difasilitasi oleh pendamping lapangan Leonardus dengan cukup efektif. Temuan menarik yang berhasil dirangkum oleh Leo, panggilan akrab Leonardus, salah satunya adalah perkembangan LKP Permat yang cukup baik. Administrasi dan pembukuan yang sudah beranjak tertib, anggota meningkat serta tingkat kemacetan sangat kecil dan nyaris tidak ada. Mekanisme yang dibuat oleh dan untuk dilaksanakan bersama, terbukti cukup efektif dalam membentuk mentalitas anggota dalam konteks LKP.
Setelah beberapa saat bergiat bersama kelompok di pedalaman desa hutan, tanggal 27 April 2012 pendamping Leo beranjak ke Desa Blumbangrejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Desa yang berjarak lebih dari 80 km, Blumbangrejo relatif lebih kota jika dibandingkan dengan Desa Tlogotuwung. Agenda yang ditunggu-tunggu oleh kelompok Jarbangsri akhirnya tiba, seperti biasanya pada tanggal 28 para perempuan anggota Jarbangsri berkumpul untuk bertukar informasi dan saling menguatkan. Sebelas anggota baru yang terdiri dari perempuan dusun Blumbang, Blimbing dan Bagen berkomitmen dalam Jarbangsri di awal 2012. Dibutuhkan metode khusus untuk mengelola kelompok yang memiliki konflik internal sekaligus tekanan dari penguasa.













