Detail Profil Pendamping
Muhajir Fajar Akhmad
Keahlian
-
Akademisi
-
Praktisi Kebijakan Publik
-
Wirausahawan Sosial
Lokasi : Purwokerto
Muhajir Fajar Akhmad adalah seorang praktisi pemberdayaan masyarakat dan spesialis pertanian organik. Saat ini, ia menjabat sebagai Manajer Program Pedesaan & Kewirausahaan Sosial di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH), Purwokerto, posisi yang diembannya sejak tahun 2020. Dengan latar belakang pendidikan Hukum Keluarga Islam dari Universitas Nahdlatul Ulama Imam Al-Ghozali Cilacap, Muhajir memadukan pendekatan humanis dalam setiap program pendampingan yang ia pimpin.
Keahlian utama Muhajir terletak pada manajemen Internal Control System (ICS) untuk sertifikasi organik, sebuah peran vital dalam menghubungkan produk petani lokal dengan pasar global. Ia memiliki pengalaman ekstensif sebagai Manajer ICS untuk berbagai komoditas, termasuk gula kelapa organik di IKM Nira Maju Sejahtera Banyumas (2021–sekarang) dan PT Berkat Petani Indonesia (2021–sekarang). Sebelumnya, ia juga mengelola sertifikasi untuk kelompok tani Bukit Grantang Bercahaya di Cilacap.
Sebagai seorang Tenaga Ahli yang tepercaya, Muhajir telah menangani proyek-proyek strategis di berbagai wilayah Indonesia. Portofolionya mencakup konsultasi komoditas kopi organik di Kabupaten Garut dan Bajawa (NTT), gula aren di Sukabumi dan pesisir Berau (Kalimantan Timur), serta mocaf di Banjarnegara. Ia juga terlibat dalam monitoring dan evaluasi program ekowisata di penyangga Taman Nasional Way Kambas, Lampung (2021–2022).
Dalam ranah pembangunan internasional, Muhajir saat ini berperan sebagai Supervisor untuk proyek RVO SSF “Indonesia’s Sweet Spot” yang didanai pemerintah Belanda (2024–2025), berfokus pada inovasi produksi gula kelapa organik yang aman dan tangguh di Banyumas dan Purbalingga. Ia juga menjabat sebagai Public Relationship untuk program beasiswa USAID TEMAN LPDP (2023–2025). Sebelumnya, ia mengelola program inklusi sosial PEDULI (2017–2019) di Brebes dan Banyumas.
Kapasitas profesional Muhajir diperkuat oleh beragam pelatihan teknis, mulai dari Standar Organik Jepang (JAS) oleh CERES Jerman, manajemen rantai pasok (Supply Chain) oleh BSC Jakarta, hingga Protection from Sexual Exploitation and Abuse (PSEA) oleh CRS Indonesia. Dedikasinya pada pertanian berkelanjutan dan inklusi sosial menjadikannya sosok kunci dalam transformasi ekonomi pedesaan di wilayah kerjanya.