Detail Profil Pendamping

Drs. Nawa Nugrahasiwi Bratawan

Keahlian

  • Praktisi kesehatan masyarakat

  • Pekerja sosial senior

Lokasi : Purwokerto

Drs. Nawa Nugrahasiwi Bratawan adalah seorang praktisi kesehatan masyarakat dan pekerja sosial senior. Ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Sains (S.Si.) dari Program Studi Biologi Lingkungan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (lulus 1993). Selama hampir satu dekade, Nawa telah mendedikasikan kariernya di garis depan upaya penanggulangan HIV & AIDS, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Sebagai seorang Koordinator Pendamping Lapangan yang berpengalaman, Nawa memiliki rekam jejak yang solid dalam mengelola program penjangkauan populasi kunci. Sejak tahun 2011 hingga 2019, ia secara konsisten memimpin tim lapangan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH). Pengalamannya mencakup pengelolaan program Global Fund Round 8 bersama PKBI Jawa Tengah (2011–2015) yang berfokus pada kemitraan pemerintah dan masyarakat sipil dalam respons terhadap HIV.

Keahlian Nawa semakin terasah melalui perannya dalam program-program yang didanai oleh KALANDARA (2016–2019). Dalam periode ini, ia bertanggung jawab atas koordinasi penjangkauan Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kabupaten Cilacap, sebuah peran yang menuntut kepekaan sosial tinggi dan kemampuan manajemen kasus yang mumpuni. Pendekatannya di lapangan didukung oleh berbagai pelatihan teknis yang telah ia ikuti, termasuk Pelatihan Community Organizer (CO) dan Behavior Change Communication (BCC) dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), serta Pelatihan Manajer Kasus dari Family Health International (FHI).

Konsistensi Nawa dalam memegang peran sebagai Koordinator Pendamping Lapangan selama bertahun-tahun menunjukkan kapasitasnya dalam membangun kepercayaan dengan komunitas, mengelola dinamika lapangan, dan memastikan layanan kesehatan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Dedikasinya menjadikan beliau sosok kunci dalam upaya mitigasi dampak kesehatan sosial di wilayah kerjanya.