Detail Profil Pendamping

Okti Murniatun, S.Kom, A.Md.

Keahlian

  • spesialis manajemen keuangan

  • administrasi proyek

Lokasi : Purwokerto

Okti Murniatun, S.Kom, A.Md. adalah seorang spesialis manajemen keuangan dan administrasi proyek dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam sektor pembangunan internasional. Okti memiliki latar belakang pendidikan yang solid, meliputi gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Teknik Informatika dari STMIK Tasikmalaya (lulus 2020) dan Diploma 3 (D3) Manajemen dari Bina Sarana Informatika (BSI). Kombinasi keahlian manajemen dan teknologi informasi ini menjadikannya aset berharga dalam pengelolaan sistem keuangan yang efisien dan akuntabel.

Sejak Februari 2012, Okti telah memegang peran strategis sebagai Manajer Keuangan di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH). Dalam kapasitas ini, ia bertanggung jawab penuh atas perencanaan, supervisi, dan pelaporan keuangan organisasi, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar audit internasional. Perannya semakin diperkuat dengan posisinya sebagai Bendahara Pengurus Yayasan LPPSLH sejak Maret 2016, di mana ia mengawasi kesehatan finansial yayasan secara keseluruhan.

Keahlian teknis Okti teruji melalui pengelolaannya atas berbagai proyek hibah internasional yang kompleks. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Keuangan untuk Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia (2016–2018), mengelola dana hibah besar dengan standar pelaporan yang ketat. Selain itu, ia memiliki pengalaman ekstensif sebagai Koordinator Keuangan dalam serangkaian program kesehatan masyarakat yang didanai oleh Global Fund, termasuk program Penjangkauan Populasi Kunci HIV/AIDS bersama Kalandara dan Spiritia (2016–2020), serta program penguatan sistem layanan kesehatan bersama PKBI Jawa Tengah (2010–2015).

Fleksibilitas Okti dalam menangani berbagai isu pembangunan terlihat dari rekam jejaknya. Ia pernah mengelola keuangan untuk proyek tanggap darurat gempa bumi bersama HIVOS Asia Tenggara (2009), proyek diversifikasi energi bersama Kementerian Perindustrian (2010), hingga proyek pengentasan kemiskinan perkotaan bersama Bank Dunia dan Kementerian PU (2006–2008). Konsistensi dan ketelitiannya dalam memverifikasi laporan keuangan lapangan serta koordinasi lintas divisi menjadikannya pilar utama dalam kesuksesan implementasi proyek-proyek tersebut.