Karta “Sowan” Presiden
prompt by Muhamad Adib* Kabut pagi masih menggantung rendah di tajuk-tajuk pohon jati ketika Karta melangkah keluar dari gubuknya. Udara dingin khas lereng Gunung Slamet menyusup tak permisi lewat celah-celah baju flanelnya yang sudah pudar dan berbau asap tungku. Di tangannya, sebuah amplop cokelat besar dipeluknya erat, seolah amplop itu berisi nyawanya sendiri. Hari ini,…

