Open Recruitment Volunteer Tim Riset Susur Pangan Kelapa Banyumasan 2026

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung dalam kegiatan riset kolaboratif melalui program Volunteer Tim Riset Susur Pangan Kelapa Banyumasan Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas intelektual sekaligus ruang aktualisasi diri dalam mengkaji potensi pangan lokal berbasis kearifan budaya. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan,…

Grand Challenges Canada Buka Hibah Kesehatan Mental Remaja hingga CAD 1,5 Juta — Indonesia Masuk Daftar Prioritas

Deadline 31 Maret 2026. Organisasi berbasis di Indonesia, terutama yang dipimpin anak muda, sangat didorong untuk mendaftar. Grand Challenges Canada Buka Hibah Kesehatan Mental Remaja hingga CAD 1,5 Juta — Indonesia Masuk Daftar Prioritas Deadline 31 Maret 2026. Organisasi berbasis di Indonesia, terutama yang dipimpin anak muda, sangat didorong untuk mendaftar. PURWOKERTO, LPPSLH.OR.ID – Sebuah…

fundsforNGOs Buka Pintu Dana Internasional: Peluang Emas yang Sering Dilewatkan NGO Indonesia

Platform global penyedia informasi hibah kini hadir di WhatsApp. Tapi seberapa banyak NGO lokal yang tahu cara memanfaatkannya? PURWOKERTO, LPPSLH.OR.ID – Di balik ribuan proposal yang kandas setiap tahun, ada satu masalah yang jarang dibicarakan: bukan soal kapasitas NGO, melainkan soal akses informasi. Banyak lembaga masyarakat sipil di Indonesia yang sebenarnya layak mendapatkan hibah internasional,…

Bukan Sekadar Protes: Inovasi Advokasi Digital LPPSLH yang Mengubah Cara Warga Memperjuangkan Haknya

Purwokerto, Januari 2026 — Warga sudah lama frustrasi dengan jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki. Kali ini, mereka tidak hanya mengeluh. Mereka membuat peta. Selama ini, advokasi publik di Indonesia terjebak dalam dua pilihan. Pertama, demonstrasi di jalanan yang mudah diabaikan. Kedua, petisi online yang ramai sesaat lalu tenggelam. LPPSLH hadir dengan pilihan ketiga. Mereka…

166 Lubang, Satu Tuntutan: Ketika Data Menjadi Senjata Warga Melawan Jalan Rusak Purwokerto

Ada yang berubah dari cara warga Purwokerto merespons jalan rusak. Bukan lagi sekadar mengeluh, bukan lagi sekadar memotret lubang dan mengunggahnya ke media sosial tanpa arah. Kali ini, keresahan itu ditransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih tajam dan sulit diabaikan: peta berbasis data dengan 166 titik koordinat yang akurat. Itulah yang berhasil dilakukan LPPSLH bersama…

Advokasi Berbasis Data, LPPSLH dan Mahasiswa UIN Saizu Petakan 166 Titik Jalan Rusak di Purwokerto

Purwokerto, 26 Januari 2026  |  Kategori: Infrastruktur & Pendidikan PURWOKERTO – Warga Purwokerto sudah lama mengeluhkan jalan berlubang. Keluhan itu mengalir deras di media sosial dan obrolan sehari-hari. Namun perubahan nyata di lapangan belum juga datang. Kini muncul gebrakan baru. Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H.…

Dari Keresahan Warga ke Peta Digital: LPPSLH dan Mahasiswa UIN Saizu Dobrak Cara Baru Advokasi Jalan Rusak

Selama bertahun-tahun, warga Purwokerto hanya bisa mengeluh soal jalan rusak — di warung kopi, grup WhatsApp, atau media sosial. Keluhan mengalir deras, tapi respons nyata dari pemerintah kerap tertunda. LPPSLH dan mahasiswa PPL Angkatan 29 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) memutuskan untuk mengubah keresahan itu menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat: data. Pada 15–21…

Merangkul Kawan Korban NAPZA

 “Janganlah kau jatuh terlalu dalam, Kami ada untuk membantumu kawan” “Hidup tidaklah selalu berjalan seperti apa yang kita harapkan. Setiap manusia memiliki kekuatan batin dan mental yang berbeda” Saya Daniel Nugraha, seorang Penjangkau komunitas korban NAPZA. Saya sudah menekuni jalan hidup sebagai penjangkau lebih dari 7 tahun. Berkawan dengan teman-teman komunitas korban NAPZA bukan hal…

Apa sih aktivitasmu yang punya social impact ? kalau kami sebagai ICS ini kontribusi kami…

Kami ingin bercerita tentang keseharian di Desa sebagai Tim Internal Control System (ICS) dari program Sertifikasi Organik Gula Kelapa. Sebagai ICS keseharian kami berada di desa untuk mengontrol proses produksi disetiap rumah petani gula kelapa. Mengapa harus dikontrol ? : Jawabannya adalah karena sertifikasi yang kami lakukan menggunakan Sertifikasi Standart USDA-NOP (Amerika Serikat) dan EU…