
Ada harapan diantara tawa petani gula kelapa bersama produknya
Gula Kelapa, Bisa Kok Menjadi Salah Satu Produk Bagus Yang Diminati Masyarakat. Banyak produk bagus yang kurang laku di pasaran. Tapi banyak pula produk yang kualitasnya biasa-biasa saja justru sangat laris di pasaran. Aneh juga ya, kenapa bisa begitu? Pada kenyataannya, pasar produk saat ini tidaklah sama seperti kondisi pasar 10 tahun yang lalu saat orang tua kita masih muda. Saat itu memasarkan produk relatof lebih mudah, salah satu penyebabnya adalah saingan atau kompetitor yang masih terbatas. Kini di era yang serba terbuka, konsumen diberikan sangat banyak pilihan. Coba saja lihat saja setiap hari sekitar 100 merek baru lahir di Indonesia, dari satu sisi ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang pesat, namun di sisi lain menjadi ancaman karena akan semakin banyak pesaing dan kompetitor baru yang bermunculan.
Pada saat yang bersamaan, konsumen semakin cerdas, mereka tahu kalau mereka sekarang sudah punya banyak pilihan. Konsumen kini sadar bahwa mereka yang punya kuasa. Kalau zaman dahulu, konsumen merasa tabu menyampaikan kritik terbuka, kini mereka dengan mudah dan cepatnya langsung mengambil foto, berkomentar dan mengunggahnya ke berbagai media sosial.
Lalu bagaimana cara memelihara pelanggan? Mungkin kita perlu belajar dari apa yang dilakukan oleh Brand Pepsodent. Pasta gigi produksi Unilever ini selalu kreatif berinovasi meluncurkan varian produk baru. Mereka tidak terbuai dengan nama besar Unilever atau brand Pepsodent itu sendiri. Apa yang mereka lakukan? Mereka mengeluarkan berbagai varian produk mulai dari pasta gigi berukuran mini, kecil, besar hingga jumbo. Belum lagi varian produk khusus untuk anak-anak, gigi sensitif, herbal, memutihkan gigi dan sebagainya. Masing-masing punya pangsa pasar sendiri yang disasar secara spesifik. Mereka memperluas pangsa pasar mereka tidak hanya untuk kepentingan rumah tangga saja, namun juga untuk anak-anak, orang dengan gigi sensitif, untuk traveling, dan sebagainya. Semua kepentingan dan kebutuhan konsumen itu tetap dilayani dalam satu brand yaitu Pepsodent. Di sinilah kecerdikan Pepsodent dalam melihat ceruk dan peluang pasar yang ada.
Gula Kelapa, Bisa Kok Menjadi Salah Satu Produk Bagus Yang Diminati Masyarakat. Dalam kasus ini, yang dilakukan oleh Pepsodent adalah melakukan diversifikasi produk. Mereka membuat varian ukuran pasta gigi mereka serta mereka menambahkan rasa khusus ke pasta gigi mereka sesuai dengan panga pasar mereka. Hal ini mereka lakukan untuk memperluas target pasar yang ujung ujungnya adalah menambah omset. Bukan hanya itu, adanya diversifikasi ukuran dan rasa membuat mereka memiliki semakin banyak alasan untuk berinteraksi dengan konsumen mereka. Hal ini lah yang membuat merek unggulan Unilever ini terdengar semakin akrab di telinga konsumennya.
Starategi yang sama juga dilakukan oleh LSM LPPSLH pada produk gula kelapanya. Semua orang sudah tahu apa itu gula kelapa dalam bentuk cetak atau yang juga dikenal dengan nama gulajawa, atau gula merah. Gula kelapa dalam bentuk cetak mudah ditemui dimana-mana mulai dari supermarket berskala international seperti carrefour, hingga di warung warung kecil serta pasar tradisional. Rata-rata gula kelapa hanya digunakan sebagai bumbu untuk memasak saja, harganyapun relatif murah. Dari sisi marketing, hal ini jelas kurang menguntungkan. Fungsi dan kegunaannya yang sangat terbatas, membuat kita kesulitan mendongkrak harga jual produk gula kelapa tersebut. Untuk itulah LSM LPPSLH kemudian mencoba membuat berbagai varian produk turunan dari gula kelapa ini.
Produk turunan atau varian produk yang dihasilkan pertama adalah gula kelapa dalam bentuk serbuk atau yang dikenal juga dengan gula kristal atau juga gula kelapa. Seperti namanya gula ini memiliki bentuk seperti serbuk, kristal atau menyerupai sarang kelapa. Gula kelapa, memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan gula kelapa biasa yang berbentuk cetak. Karena bentuknya yang berupa serbuk atau kristal, gula kelapa lebih mudah larut dalam air sehingga lebih mudah dijadikan campuran kopi atau minuman lainnya. Bentuknya yang serbuk juga memuat gula kelapa lebih mudah menakarnya, kita tidak perlu repot repot mencari pisau untuk memotongnya, namun cukup dengan menakar dengan sendok sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini diversifikasi produk dilakukan secara sederhana. Tidak perlu berpusing pusing memikirkan varian baru dari gula kelapa, hanya perlu merubah hanya dengan mengubah bentuk produk dari gula cetak biasa yang berbentuk silinder, koin atau batok, menjadi berbentuk serbuk alias kristal.
Gula kelapa kemudian menjadi idola baru karena lebih praktis dalam pemakaiannya. Varian gula kelapa telah membuka relung pasar baru yang tidak bisa dimasuki oleh gula kelapa cetak biasa. Salah satu segmen pasar yang dapat ditembus oleh gula kelapa adalah para pembuat kue dan makanan lainnya. Aroma kelapa yang khas membuat kue dan makanan memiliki aroma dan rasa yang eksotis yang khas. Gula kelapa juga bisa menembus pangsa pasar para penikmat kopi dan minuman kesehatan lainnya. Dikemas dalam bentuk sachet, yang pas untuk satu kali seduh, sangat pas dinikmati sambil nongkrong dengan teman atau rekan kerja untuk menghilangkan penat.
Gula kelapa dalam kemasan sachet ini juga bisa menembus pasar hotel berbintang dan caffe caffe terkenal lainnya. Ini adalah segmen pasar yang eksklusif bila dibandingkan degan pasar gula kelapa cetak biasa. Sebagai pasar yang eksklusif wajar bila harga yang ditawarkan juga berbeda alias lebih tinggi dari pada pasar gula cetak biasa. (Taken From Book: Local Is The New Global)








