LPPSLH - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup

Manisnya Gula Semut

Gula Semut

Perkembangan komoditas gula semut di Indonesia semakin pesat dengan berkembangnya pemasaran gula semut ke berbagai negara di Eropa, Amerika dan Asia. Wilayah Jawa Tengah sebagai basis produksi gula kelapa semakin diminati oleh berbagai kalangan bisnis yang berbasis komoditas pertanian. Di Kabupaten Banyumas sendiri yang awalnya produk gula semut dikembangkan oleh CV. Pusat Pengembangan Produk Rakyat (P3R) melalui pendampingan yang dilakukan program pertanian LPPSLH telah berkembang pelaku bisnisnya.

Gula Semut

Saat ini pelaku bisnis gula semut di Kabupaten Banyumas telah berkembang mulai dari kelompok, koperasi, usaha pribadi sampai beberapa perusahaan di luar Kabupaten Banyumas masuk ke wilayah untuk mengembangkan gula semut. Semakin banyaknya pelaku bisnis gula semut menambah persaingan bisnis. Selain P3R dan Koperasi Nira Satria yang telah didampingi oleh LPPSLH, telah berkembang 5 perusahaan yang menjalankan bisnis gula semut. Pelaku usaha tersebut 3 diantaranya telah melakukan sertifikasi organik di wilayah Kabupaten Banyumas.
Untuk menghadapi persaingan bisnis yang kurang sehat, pentingnya dilakukan komunikasi antar pelaku bisnis agar terbangun kesepahaman dalam menjalankan etika dalam berbisnis. Namun melihat kondisi saat ini, permintaan pasar yang semakin besar dan produksi gula semut belum dapat memenuhi permintaan maka yang terjadi adalah persaingan dalam mendapatkan produk gula semut dan secara otomatis berpengaruh pada kenaikan harga gula semut di tingkat produsen. Hal ini cukup menguntungkan bagi produsen gula semut, namun bagi pelaku bisnis menjadikan kerugian tidak dapat memenuhi PO kuota yang disepakati dengan buyer.

0 Komentar

Informasi Lainnya