ICS, Salah Satu Cara Menjaga Kualitas Produk Gula Kelapa Organik Agar Tetap Baik. ICS atau Internal Control System ini merupakan salah satu upaya pengendalian mutu sebuah produk agar tetap baik. Seperti misalnya gula kelapa organik. Setelah memiliki sertifikat organik, produk gula kelapa yang kemudian beredar di pasaran dan dapat menembus pasar internasional. Jadi harus memiliki kualitas yang terjaga dan tetap memenuhi standar. Sehingga ICS ini juga menjadi salah satu media agar konsistensi produk tetap ada.
Jadi, saat dilakukan sertifikasi organik. Semua data kebun yang dikelola petani telah didaftarkan ke ICS, baik kepemilikannya maupun pengelolaannya. Karena banyak penderes yang hanya mengelola kebun dengan sistem bagi hasil dengan pemilik kebun. Namun sebelumnya juga harus ada kesepakatan bahwa pemilik lahan tidak dapat menyewakan lahannya pada petani atau penyewa lain tanpa izin kelompok atau ICS. Dengan hak kepemilikan dimana hak kepemilikan dan pengelolaan sudah jelas. Petani pemilik memiliki kuasa dalam pengambilan keputusan dalam hal pengelolaan lahan, sementara itu petani menyakap memiliki kuasa dalam dalam pengambilan keputusan dalam proses pengolahan nira menjadi gula kelapa. Anggota ICS adalah pemilik lahan dan petani penggarap yang sudah memutuskan untuk menerapkan pertanian organik.

Inspeksi rutin dilakukan langsung ke lapangan, untuk mengetahui bahwa lahan penyadapan masih terjaga keorganikannya.
Selain itu, untuk menjaga produk gula kelapa organik tetap baik, maka petani tidak melakukan sistem perladangan berpindah. ICS, Salah Satu Cara Menjaga Kualitas Produk Gula Kelapa Organik Agar Tetap Baik. Sedangkan mengenai pupuk, pestisida, dll yang berbahaya tidak diijinkan untuk digunakan, meski aksesnya relatif mudah tersedia bagi petani. Tetapi tidak diakses oleh petani karena petani tidak memupuk dan memakai pestisida dan herbisida untuk kebun kelapanya. Jadi hal lain yang utama untuk menjaga kualitas produk gula kelapa organik adalah petani tidak akan menggunakan pupuk kimia untuk tanaman kelapa karena justru akan menurunkan hasil nira. Lantas, bagaimana jika lahan atau pohon kelapa petani terkena virus atau hama?

Petugas Inspeksi Berfoto Bersama Petani Gula Kelapa dan Produknya
Dalam hal ini petani bisa menggunakan cara alami untuk mengobati dan memberantasnya, tetapi jika tidak mempan maka petani gula kelapa bisa membiarkan saja tanamannya yang terserang hama penyakit yang sulit dibasmi. Adapun untuk menjaga kualitas gula kelapa agar tetap baik dan organik, maka setiap anggota ICS, wajib di inspeksi oleh inspektor internal minimal setahun sekali. Hal ini diperlukan untuk menjaga kualitas produk sesuai dengan standar dan aturan telah disepakai bersama. Inspektor yang melakukan pemeriksaan terhadap anggota ICS tidak boleh merupakan petugas yang melakukan pendaftaran di lahan anggota ICS tersebut.
ICS, Salah Satu Cara Menjaga Kualitas Produk Gula Kelapa Organik Agar Tetap Baik. Inspektor juga tidak boleh memiliki konflik kepentingan dengan anggota yang akan diinspeksi. Inspeksi harus dilakukan dengan kehadiran anggota ICS (atau wakilnya). Inspektor harus melakukan kunjungan pada seluruh unit produksi (lahan dan unit pengolahan atau dapur), tempat penyimpanan input dan produk serta jika ada pemeriksaan terhadap produksi ternak.








