Pengetahuan Secara Psikologis, Tingkatkan Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat

Inklusi Sosial, dan layanan kesehatan adalah salah satu hak dasar yang harus dapat dirasakan oleh setiap masyarakat

Pengetahuan Secara Psikologis, Tingkatkan Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat – Pada dasarnya peningkatan pengetahuan secara psikologi dan perilaku sosial dapat menjadi pendukung implementasi keberhasilan program dana desa berdasarkan pada kesiapan dan juga pengetahuan. Dimana semuanya dipengaruhi oleh aspek fisik, sosial, nilai hidup dan  faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidupnya dan membutuhkan kesiapan psikologis agar dapat menyesuaikan diri dan mengelola kualitas kesehatan mental dalam situasi tersebut.

Dengan menekankan pada mengutamakan yang terbaik bagi kualitas kehidupan masyarakat, memberdayakan potensi yang dimilik masyarakat, menempatkan masyarakat sebagai subjek, menghargai perbedaan, berorientasi praksis, dan evaluatif serta keberlanjutan.

Untuk mewujudkan kemandirian desa dibutuhkan strategi dan upaya yang serius, komprehensif, dan partisipatif untuk menegaskan kembali eksistensi desa sebagai daerah yang otonom dan mandiri. Menyadari persoalan dan beban yang cukup berat bagi desa, diperlukan strategi-strategi partisipatif dari masyarakat desa untuk membangun desanya. Agar desa mandiri dan masyarakatnya sejahtera, yang diperlukan tidak hanya penataan aspek pemerintahan, tetapi juga yang berkaitan dengan aspek kewilayahan, tata kehidupan dan adat istiadat, potensi daerah, kesiapan lembaga sosial, politik dan ekonomi desa itu sendiri.

Semua itu dilakukan agar proses pemberdayaan masyarakat sesuai dengan tujuannya dan dana desa pun terserap dengan maksimal, maka dalam implementasi strategi pemberdayaan masyarakat perlu adanya intervensi psikologi yang baik dan tepat diterapkan pada masyarakat pedesaan yang memiliki permasalahan lebih kompleks dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang sebagain dari mereka memang sudah siap dan memiliki pengetahuan.

Sedangkan pemerintah daerah dan perangkatnya yang berperan sebagai community worker dapat melalui proses pemberdayaan yang menekankan kepada proses memberikan kekuatan atau kemampuan kepada warga di daerah setempat agar warga tersebut menjadi lebih berdaya, melalui upaya memfasilitasi aset material guna mendukung pembangunan kemandirian warganya, dan proses ini yang menekankan pada proses menstimulasi, mendorong, atau memotivasi warga di daerah setempat agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment