,

Bias Gender dan Upaya Pemberdayaan Peran Perempuan Di Indonesia

Bias Gender dan Upaya Pemberdayaan Peran Perempuan Di Indonesia – Dalam sistem ekonomi petani pedesaan di Pulau Jawa, perempuan memiliki peran penting sebagai pelaku tunggal atau sebagai bagian dari unit kegiatan ekonomi rumah tangga. Diakui atau tidak, pembagian kerja antara pria dan wanita tidak terlepas dari adanya bias gender yang muncul di tengah masyarakat. Ada beberapa pekerjaan yang berhubungan erat dengan wanita dan ada juga pekerjaan yang identik dengan laki-laki. Stigma bahwa perempuan selalu terkait erat dengan dunia domestik di masyarakat pedesaan di Jawa. Dalam konteks ini adalah keluarga miskin, dengan alasan demi efisiensi, dan usaha produktif yang dilakukan lebih banyak perempuan di ranah domestik diposisikan sehingga bisa menyelesaikan tugas rumah tangga pada saat bersamaan.

Renstra dihadiri juga oleh kaum perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan juga harus terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan publik.

Dokumentasi Renstra yang dihadiri juga oleh kaum perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan juga harus terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan publik.

Hal ini dipengaruhi oleh norma yang dianut dan dipraktikkan pada akhirnya menempatkan wanita dalam posisi inferior dibandingkan pria. Norma-norma ini pada dasarnya adalah pola diskriminasi terhadap perempuan dalam berbagai bentuknya karena perbedaan jenis kelamin (pria dan wanita). Wanita, asalkan masih sering ditempatkan di posisi domestik. Peran stereotip dalam aspek kehidupan, dan dalam tradisi ini di banyak tempat masih belum bisa lepas dari pemahaman perempuan yang konotasinya cenderung buruk. Keterbelakangan, rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan, lemahnya akses terhadap informasi, merupakan masalah yang terus dihadapi perempuan di pelosok Indonesia dan aktivitas sehari-hari mereka sebenarnya hampir tidak ada bedanya dengan aktivitas pria apa saja dalam hal mencari nafkah dan lainnya. kegiatan yang bisa dikategorikan sebagai kegiatan publik.

Bias Gender dan Upaya Pemberdayaan Peran Perempuan Di Indonesia. Dalam mata kaca analsis jenis kelamin, itu bisa diartikan sebagai adanya banyak beban kerja bagi wanita. Wanita memiliki tiga beban kerja yaitu: (1) Reproduksi (merawat rumah, membesarkan anak, menyediakan makanan dll), (2) Produktif (memasak gula dan usaha produktif lainnya) dan (3) Sosial (layanan sosial di masyarakat, arisan, makan seremonial, dll).

Dengan kata lain, dapat diasumsikan bahwa wanita menjalani proses marginalisasi. Bagi wanita yang tinggal di keluarga miskin, melipatgandakan beban kerja yang memang telah ditanamkan sejak dini, yang membuat perempuan harus dilibatkan dalam pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Namun sayang hal ini seringkali tidak dianggap sebagai karya produktif.

Pembagian pola kerja ini dipertahankan terus menerus dari waktu ke waktu dan diteruskan ke generasi berikutnya. Sadar atau tidak sering mensosialisasikan orang tua dan karenanya stigma pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu, pembagian kerja ini menjadi spesifik dan biasanya tidak bisa dipertukarkan kecuali dalam kondisi paksa. Langka ada anak laki-laki yang mau dan mampu mengerjakan “karya wanita” dan sebaliknya. Hal ini lebih atau kurang dipengaruhi oleh stigma diskriminasi terhadap pekerjaan antara pria dan wanita. Padahal, dalam konteks kerja sama bisnis berbasis rumah tangga antara pria dan wanita sangat penting untuk meringankan beban kerja terutama bagi perempuan yang juga mendelegasikan tanggung jawab mengurus urusan dalam negeri.

Hal ini terjadi di hampir semua sektor usaha pertanian, termasuk budidaya lahan hortikultura seperti buah (frutikultur), bunga (florikultura), vegetasi (holtikultura), serta tumbuhan (biofarmaka). Peran perempuan dalam pengembangan industri hortikultura sangat penting mengingat bidang hortikultura meliputi penyemaian, pembiakan, kultur jaringan, produksi tanaman pangan, hama dan penyakit, pemanenan, pengemasan hingga distribusi. Di semua bidang pekerjaan ini, perempuan memainkan peran penting.

Oleh karena itu, penting untuk melihat bagaimana Divisi kerja antara perempuan dan laki-laki di sektor pertanian pedesaan. Keberadaan peta ini penting untuk dilihat pada beban kerja serta pembagian waktu kerja antara pria dan wanita di rumah tangga. Hasil penelitian ini menjadi penting untuk merumuskan strategi pemberdayaan perempuan petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan penghidupan rumah tangga mereka

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *