Gempa Di Lombok, Ibu Pertiwi Kembali Menangis – Belum lama rasanya Indonesia dibuat pilu oleh kejadian bom dan teroris. Kini ibu pertiwi kembali menangis dengan terjadinya gempa di Lombok.

Kepanikan demi kepanikan terjadi, korban berjatuhan, di tengah memanasnya pergolakan politik tanah air yang seolah menutup mata. Kita kembali diingatkan untuk bersatu, untuk saling bahu membahu menguatkan saudara kita yang sedang terkena musibah tanpa memikirkan perbedaan apapun yang kita miliki.

Baca juga: Mari Dukung Upaya Pemerintah Tingkatkan Pelaksanaan Pembangunan Nasional

Minggu yang ceria seolah berubah menjadi Minggu kelabu bagi masyarakat yang berada di Lombok dan Bali. Karena kejadian gempa berkekuatan magnitudo 7 skala richter dan memiliki kedalaman 15 kilometer yang berpusat di darat 18 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB, mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Tak hanya itu, kepanikan demi kepanikan pun terjadi, terlebih ada juga peringatan dini tsunami.

Menurut beberapa pantauan media massa cetak, elektronik, maupun online, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Lombok pada Minggu (5/8/2018) dari informasi terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (6/8/2018) pukul 04.00 Wita berjumlah 82 orang. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebagian besar korban meninggal dari gempa bumi Lombok akibat tertimpa bangunan yang roboh. Dengan daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Informasi ini diperoleh dari Kantor Berita Antara.

Tak hanya itu, duka juga dirasakan nyata oleh LPPSLH dan tim Program Peduli. Karena salah satu pilar Program Peduli berada di Lombok. Oleh karena itu, Tim Program Peduli dari Satunama mencoba melakukan pergerakan Tanggap Bencana. Diutarakan bahwa beberapa Mitra Strategis yakni Somasi bersama dengan Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, Samanta, Santai, AJI NTB, dan kawan-kawan berencana melakukan trauma healing melalui media wayang. Dalam hal ini nantinya anak-anak akan diajarkan membuat wayang sendiri, menulis, dan menggambar yang kemudian bisa diceritakan melalui wayang. Dengan harapan akan lahirlah duta trauma healing anak.

Semoga apa yang digagas teman-teman Program Peduli ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, karena jika bukan kita yang saling bahu membahu, maka siapa lagi?

Source Image: AFP Photo/Sonny Tumbelaka


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *