Gerakan Politik Generasi Millenial di Indonesia – Dunia politik tanah air saat ini sedang mengalami banyak pergeseran. Hampir setiap menit bahkan setiap detik, selalu ada saja hal baru yang bisa menjadi “berita” di berbagai media, terutama media online, mulai dari Media Sosial hingga portal digital. Tak hanya itu, dunia politik yang dahulu identik dengan “orang tua” pun saat ini menjadi tempat yang menarik dan menantang bagi kaum muda generasi millennial.

Baca juga: Saatnya Kaum Muda Berpolitik, Kenapa Tidak?

Pergolakan politik dunia selalu memiliki cerita tersendiri dengan para kaum mudanya. Termasuk juga di Indonesia, pemuda Indonesia, pada dasarnya adalah mereka yang membangun Indonesia itu sendiri. Karena tak pernah ada, sejarah pembentukan dan pergerakan Indonesia yang tak melibatkan para kaum muda. Dari jaman penjajahan hingga saat ini ada banyak contoh bagaimana peran pemuda Indonesia dalam dunia politik dan pembangun bangsa ini.

Jika pada masa revolusi, pergerakan Indonesia mungkin lebih terasa dengan jelas, hingga pada masa Orde Baru kaum muda terasa lebih bersikap apatis. Keraguan dan sikap acuh tak acuh pada pemerintah dan politik sangat terasa, hal itu terus berlanjut hingga masa revolusi.

Sepertihalnya survey yang dirilis oleh CSIS dan juga Litbang Kompas yang menyatakan bahwa hanya ada 2,3% generasi millennial yang tertarik dengan dunia politik dan juga isu sosial. Dan hanya ada 11% dari generasi millennial yang berminat menjadi anggota sebuah partai politik.

Baru di era kepemimpinan Joko Widodo inilah, muncul semangat berpolitik generasi millennial yang sangat kentara. Berbekal dengan kemampuan beropini yang sangat aktif, generasi millennial memiliki keberanian dan lebih jeli dalam melihat berbagai isu yang sedang terjadi, baik itu mengenai masalah pribadi, masalah sosial, hingga pengambilan keputusan untuk kebijakan publik. Tak hanya itu, mereka juga cukup lihai dalam memanfaatkan beragam media atau saluran yang dapat membantu pergerakan mereka dalam mencapai satu tujuan.

Tak heran jika pada akhirnya sikap kritis dan jeli nya terhadap fenomena yang terjadi ini, membuat generasi millennial seringkali dianggap sebagai oposisi, yang skeptis terhadap para pejabat publik. Tapi, bagi pejabat publik yang menyadari hal ini, justru dapat memanfaatkan generasi millennial secara positif untuk menyerap aspirasi rakyat, dan ini adalah satu kondisi yang menguntungkan. Karena tak disangkal jika generasi millennial membutuhkan akses dan ruang untuk berekspresi, dan pejabat publik membutuhkan kepercayaan dari masyarakat luas.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *