,

Pelatihan Jasa Keuangan Untuk Komunitas Sapta Dharma Di Brebes

Pelatihan Jasa Keuangan Untuk Komunitas Sapta Dharma Di Brebes – Merupakan salah satu pemenuhan Workplan Kegiatan Program Peduli Fase II. Adapun peserta yang ikut berjumlah 30 orang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 15 orang perempuan dari Penganut Sapta Dharma, pada Senin dan Selasa tanggal 28-29 Agustus  2017 di Sanggar Sigentong Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Pelatihan Jasa Keuangan Untuk Komunitas Sapta Dharma Di Brebes

Pelatihan Jasa Keuangan Untuk Komunitas Sapta Dharma Di Brebes

Didaulat sebagai pemateri dalam pelatihan kali ini adalah Karsim, SE selaku penggagas koperasi Baturraden Jaya, dan M.Salman, SE  dari Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Mikro Kabupaten Brebes. Adapun kegunaan  pelaksanaan latihan manajemen keuangan, sebagai upaya menggenjot pemaksimalan koperasi dalam dunia usaha. “Selama ini dalam manajemen keuangan, beberapa diantaranya masih menggunakan laporan manual. Sehingga sangat berpotensi menimbulkan laporan yang kurang benar,” kata pengurus Koperasi Darma Usaha.

Tujuan dari pelatihan untuk mendorong  koperasi Darma Usaha bisa lebih kuat dalam laporan, perencanaannya. Menghasilkan pergerakan koperasi yang sehat dan berdampak pada majunya koperasi ini sendiri.

“Terkait laporan keuangan selama ini, sudah berjalan tapi pembukuannya masih menggunakan sistem yang belum update. Kondisi ini akan menuai muncul kelemahan-kelamahan. Bisa saja terjadi ada laporan yang tertinggal sehingga berpengaruh pada sehatnya koperasi,” .

Untuk itu, dengan pelaksanaan latihan, seluruh koperasi bisa menerapkan, ilmu dalam pelatihan dan dapat membawa koperasi kedepan lebih baik lagi. Dengan manajemen keuangan yang baik, tentunya bisa memaksiamalkan roda perputaran koperasi Darma Usaha  dalam wujud usaha.”Imbas dari pelaporan keuangan ini juga kita harapkan bisa menjadi kontrol dalam pelaksanaannya dan melalui reporting yang baik bisa mempertanggung jawabkannya,”.

Gamblangnya, dalam laporan itu, tak menimbulkan pertanyaan lagi kemana alur dari keuangan koperasi. Sebab keberadaan sistem ini, sangat dapat membantu pelaksanaan koperasi, supaya akuntanilitasnya bisa terarah.

“Jika semuanya sudah terarah tentunya akan lebih mudah. Sama halnya seperti membaca neraca harus dari sebelah kanan dulu, dari hutang pinjaman dan pengeluaran,” peserta latihan keuangan koperasi Darma Usaha  sebanyak 30 orang.( P:15 dan L:15 ).

Setelah pelaksanaan pelatihan Sebaiknya  dilaksanakan monitoring dalam penerapan sistem keuangannya. “Makanya untuk evaluasinya Koprasi Darma Usaha harus disiapkan satu program pelatihan monitoring pasca pelatihan. Karena tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong koperasi Darma Usaha bisa lebih kuat dalam laporan dan perencanaan, menghasilkan pergerakan koperasi yang sehat dan berdampak pada majunya koperasi ini sendiri, meningkatkan Pengetahuan Pengurus dan Pengelola Koperasi dalam mengelola Koperasi sesuai dengan praktek Bisnis yang sehat. Selain itu kita juga berharap akan adanya peningkatkan Pengetahuan agar dapat menjalankan usaha kopersi dengan baik, meningkatkan mengerjakan Administrasi dengan tertib di Bidang Akuntansi Koperasi sehingga dapat mengerjakan administrasi keuangan sesuai dengan sistem akuntansi koperasi, serta meningkatnya kemampuan Pengurus atau Pengelola Koperasi dalam mengerjakan pembukuan Koperasi secara benar, untuk membuat laporan pertanggung jawaban setiap tahunnya sehingga RAT dapat dilaksanakan tepat waktu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *