Penumbuhan Wirausaha Industri Baru Dan Pengembangan Unit Industri Di Lingkungan Pesantren – Menurut Menperin, pihaknya tengah gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di lingkungan pesantren, yang dinamakan program Santripreneur. “Hampir 70% pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. Ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ungkapnya.Ponpes berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Berdasarkan data Kementerian Agama, selama tahun 2014-2015, di Indonesia terdapat 28.961 ponpes yang tersebar di seluruh provinsi dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang.

Dengan perkembangan era digital saat ini, Menperin optimistis, para santri mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang. Terlebih, sampai 10 tahun ke depan, Indonesia akan menikmati bonus demografi atau momentum ketika penduduk didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun mencapai 70%). Saat ini, ekonomi Indonesia di peringkat ke-16 dunia. Kami yakin, sesuai aspirasi di dalam Making Indonesia 4.0, Indonesia bisa menjadi negara yang berada dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenperin berkomitmen mendukung pengembangan IKM nasional di era ekonomi digital, dengan membangun platform e-commerce yang dinamakan e-Smart IKM. Hingga saat ini, sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Sampai tahun 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak hingga 10.000 pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut.

Setelah sekian lama, walaupun tidak sepesat perkembangan pesantren yang lain, Pondok Pesantren Mambaul Ulum, terus mengembangkan aktivitasnya. Dibidang pendidikan, kini sudah tersedia lembaga pendidikan formal, mulai dari usia Dini  hingga ke Sekolah Aliyah. Sedangkan pada kegiatan skill yang lain, pesantren menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya dengan Departemen Pertanian dibidang pengelolaan produk pertanian (LM3), dengan Departemen Perindustrian dibidang pelatihan dan pengembangan konveksi, Dinas Peternakan Kabupaten Banyumas dengan pemeliharaan dan pengembangan Ternak Ayam kalkun dan Entok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas  dengan pelatihan, pengembangan dan produksi khas Banyumas, Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Banyumas dengan pengembangan konveksi yang bermerek.

Upaya-upaya ini, akan terus dikembangkan dan masih akan menambah kerjasama dengan semua pihak yang tujuannya :

  1. Memberikan pembekalan Skill kepada Generasi muda
  2. Mencari tambahan Income bagi biaya operasional pesantren,
  3. Mengajari santri untuk bisa menabung dan menggunakan keuangannya secara tepat sasaran. Sedangkan kegiatan yang di luar skill man power, kegiatan juga di jadwal sedemikian rupa sehingga tidak berbenturan dengan semua jadwal kegiatan Pesantren


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *