Digitalisasi sistem kerja tersebut, akan memudahkan konsultasi bisnis kapan pun dan dimana pun. Unit yang diinisiasi oleh LPPSLH akan berupaya untuk memberikan bimbingan baik secara teknis maupun strategis dan sesuai dengan kebutuhan konsumen yang dalam hal ini adalah pelaku bisnis. Selain itu, sistem kerja yang dibangun akan memperluas wilayah kerja pemberdayaan ekonomi dari yang awalnya bersifat sangat lokal meningkat ke taraf nasional dan tidak menutup kemungkinan naik ke taraf internasional. Secara sederhana proyek ini akan bertujuan untuk:

Digitalisasi sistem kerja pemberdayaan ekonomi melalui jasa konsultasi pengembangan produk dalam bentuk website dan aplikasi untuk platform Android maupun IOS

Mengakomodir jasa konsultasi pengembangan produk meliputi Pemasaran, Quality Control, Sertifikasi Produk Organik, Packaging, Branding Produk, Legalitas Produk, Pendampingan Usaha Kecil, dan Permodalan.

Bentuk bantuan yang diajukan oleh LPPSLH adalah bantuan dana sesuai dengan rencana  anggaran biaya yang dibuat. Melalui Pemberdayaan Online, LPPSLH berupaya meningkatkan kapasitas unit bisnis/usaha meliputi:

– Kelompok dampingan LPPSLH di 5 Kabupaten (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara) Berupa Koperasi Serba Usaha, Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani.

– Usaha dengan bidang usaha terkait seperti Kuliner, Seni, dan Fashion.

– Startup maupun Embrio Startup dengan bidang usaha serupa.

Ketiga kategori unit usaha tersebut merupakan calon penerima manfaat dari jasa yang akan ditawarkan oleh Pemberdayaan Online. Melalui Pemberdayaan Online, kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dapat berjalan tanpa terkendala jarak. Jika di masa sebelumnya LPPSLH melakukan Assesment dengan mendatangi langsung calon penerima manfaat pemberdayaan ekonomi, kini kegiatan Assesment dapat dilakukan secara mobile. Artinya secara jangkauan Pemberdayaan Online akan memperluas wilayah kerja pemberdayaan ekonomi LPPSLH.

Hal tersebut diperlukan sebagai upaya perluasan jangkauan program pemberdayaan ekonomi dan sebagai wujud kepedulian pada runtuh nya startup terutama startup lokal yang ‘mati muda’. Runtuhnya startup di tahun – tahun akhir di tunjukkan dengan penurunan drastis kemunculan jumlah startup dari tahun 2016 ke tahun 2017 silam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *