SESAJI UNTUK HIDUP DAMAI

  • Damai itu perasaan nyaman dan aman karena terpenuhi kebutuhan lahir – batin dan terhindar dari gangguan fisik dan psikis.
  • Ketentraman dan kedamaian sebagai realitas nyata yang membuat perasaan menjadi nyaman dan tenteram.
  • Kekuatan bathin seseorang dan kelompok yang mampu mengelola kondisi lingkungan yang realitasnya mengganggu menjadi terasa nyaman dan aman.
  • Kedamaian hidup manusia dapat tumbuh dan dipupuk dengan sikap senang berbagi rizki melalui tumpengan, sajian, selametan, dan lainnya

TOLERAN
KARENA KITA INI PLURAL

  • Plural sama dengan jam’ atau majmu’ yang berarti lebih dari satu atau perkumpulan yang terdiri dari beberapa hal / sesuatu
  • Pluralis; Jamaah, Jama’, Jima’, masjid Jami’, Jum’ah, dll.
  • Tidak ada makhluk yang sama.

Budaya Toleran
dalam Masyarakat Majemuk

  • Etnosentrisme :    budaya bersikukuh dengan identitasnya, dan menolak campurtangan kebudayaan lain.
  • Melting pot :    peleburan komponen-komponen etnis ke dalam hanya satu identitas baru.
  • Pluralisme :    masing-masing etnisitas tetap memegang identitas kelompoknya,  tetapi dalam beberapa hal ada identitas yang sama. Ini yang dikembangkan.

TOLERANSI UNTUK KEDAMAIAN

Berbagai ras, suku, dan etnis akan senantiasa tentram dan damai, jika :

  • Menjaga komunikasi dan bahasa (ucapan, tulisan, dan sikap) terhadap orang lain. Merasa bahwa setiap individu bisa dan boleh merasa benar sehingga tidak boleh individu merasa benar sendiri.
  • Mengakui dan menghormati individu atau kelompok lain, tidak merebut milik bersama dan milik orang lain untuk dikuasai.
  • Berbaik sangka, dengan mengedepankan makna positif dari pada negatif.

TOLERANSI  MENYATUKAN

Ketentraman dan kedamaian diraih dan diperkuat dengan :

  1. Saling mengenal dan memahami (ta’aruf), baik antar jenis kelamin, ras, suku, maupun bangsa dengan berbagai tradisinya.
  2. Membuat segala sesuatu itu jelas di mata hukum dan ajaran untuk selanjutnya diyakini bahwa perbedaan itu mengeratkan dan menyatukan.

Oleh:

Dr. H. Mohamad Roqib, M.Ag.

Ketua FKUB Kabupaten Banyumas,

Dosen Pascasarjana dan Ketua Senat IAIN Purwokerto,

serta Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto

 

Pointers Disampaikan pada Sarasehan MLKI:

Makna Sesaji dari Sudut Pandangan Intelektual (Islam)

sebagai Bentuk Toleransi Lintas Agama”

MAJELIS LUHUR KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA INDONESIA

DEWAN MUSYAWARAH DAERAH KABUPATEN BANYUMAS

28 Oktober 2018


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *