Tak Hanya Santri, Warga Sekitar Pun Turut Meramaikan Santripreneur di Pesantren Al Falah Banyumas – Bayumas, 07 Novemer 2018. Acara dimulai pukul 14.00 WIB, acara di hadiri oleh Muspika dan OPD dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Banyumas, antusiasme para santri untuk mengikuti acara ini sangat luar biasa sekali, tamu dari luar banyak yang datang dikarenakan para warga sekitar pesantren banyak yang hadir dan banyak yang berminat mengikuti program ini karena kegiatan ini baru pertama kali di lakukan di pesantren ini dan hasil kegiatan ini banyak di nanti manfaatnya oleh para Santri dan lingkungan.

Untuk Paparan yang pertama moderator mempersilahkan perwakilan dari Dinas Perdagangan kabupaten Banyumas yang disampaikan oleh Bapak Yunianto. Paparan yang Pertama  diberikan kesempatan memaparkan bahan diskusi ini selama 30 menit. Bapak Yunianto mengemukakan Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren melalui program Santripreneur agar para lulusannya nanti dapat turut mendorong penumbuhan industri kecil menengah (IKM).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, dalam kurun waktu 2013-2015, pihaknya melalui Ditjen IKM telah membina beberapa Ponpes lewat program pelatihan yang tematik dengan disesuaikan keperluan dan potensi industri saat ini.

“Untuk meningkatkan skala ekonomi IKM, kami juga melakukan pendampingan yang memastikan adanya jaminan produk, keamanan dan standar. Selain itu, kami mendorong pemanfaatan teknologi dan integrasi IKM ke perekonomian digital melalui pengembangan e-smart IKM.

Kekuatan Ponpes, terlihat dari data Kementerian Agama, yang menunjukkan jumlah Ponpes di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang pada tahun 2014.

Kemenperin mencatat jumlah IKM tumbuh mencapai 165.983 unit pada 2016 atau meningkat 4,5% dibandingkan dengan 2015. Sementara pada 2017, jumlah IKM ditargetkan mencapai 182.000 unit dengan menyerap tenaga kerja 400.000 orang.

“Dengan pencapaian yang cukup besar, IKM memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis,” tegas Menperin.

Airlangga berharap pelaksanaan bimtek di lingkungan Ponpes mampu memupuk jiwa kewirausahaan para santri, sehingga mereka setelah lulus mampu menjadi pelaku IKM baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Misalnya, yang digelar di Ponpes Sunan Drajat dengan jumlah santri sebanyak 12.000 orang (5.500 putra dan 6.500 putri) serta tenaga pendidik hingga 1.041 orang.

Pada acara Bimtek di Ponpes, para peserta mendapatkan berbagai materi, sepeti motivasi kewirausahaan. “Program pengembangan produk pangan olahan ikan ini diharapkan produknya dapat memenuhi kebutuhan internal ponpes, hingga mampu menembus pasar lokal dan nasional  atau bahkan internasional

Menjadi wirausaha muda merupakan impian sebagian besar orang. Namun, tidak mudah mencapai impian tersebut. Seorang pengusaha untuk menjadi sukses harus pandai memulai usaha, mengelola, dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang produktif. Selain itu ada hal-hal penting yang harus diperhatikan seorang pengusaha muda untuk mencapai sukses.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *