Memasuki Fase II, LPPSLH mendapatkan mandat sebagai pelaksana program pada pilar Diskriminasi, Intoleransi, dan kekerasan berbasis Agama di wilayah Kabupaten Brebes. Selama bulan mei 2017 sampai Juli 2018 LPPSLH melakukan proses pendampingan terhadap Penghayat Kepercayaan Sapto Darmo Kabupaten Brebes yang diperluas menjadi seluruh Penghayat Kepercayaan yang ada di Kabupaten Brebes paska Putusan MK No. 97/PUU-XIV/2016. LPPSLH dalam melaksanakan Program Peduli menitikberatkan pada 3 capaian yakni : Peningkatan Akses Layanan Publik dan Bantuan Sosial, Peningkatan Pemberdayaan dan Penerimaan Sosial, dan Kebijakan Publik di Tingkat Lokal. Selain itu pula dilakukan Cross Learning dengan adanya Knowledge Management. LPPSLH membangun kemitraan dengan Pemerintah dari Kabupaten sampai Desa, Organisasi Masyarakat Sipil, Akademisi, Media (Telivisi, Cetak dan Online) dan Masyarakat.

Selama 15 bulan terkahir LPPSLH melakukan pendampingan masyarakat terpinggirkan (Penghayat Kepercayaan) di Kabupaten Brebes, perlu dilakukan evaluasi capaian yang sudah dilakukan dan belum di lakukan. Dalam upaya memperbaiki dan menyempurnakan kinerja capaian program. Workshop ini diharapkan menghasilkan bahan masukan sehubungan prosedur penguatan pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi publik.

LPPSLH melakukan review proses pemberdayaan Masyarakat pada Program Peduli pilar Diskriminasi, Intoleransi, dan kekerasan berbasis Agama yang dilaksanakan oleh LPPSLH di wilayah Kabupaten Brebes.

Dengan tujuan untuk penyampaian Capaian Program Peduli Fase II bulan Mei 2017 – Juli 2018, demi terbangunnya dasar pengukuran hasil, analisis, dan evaluasi capaian. Serta adanya masukan tentang program selanjutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *