Saatnya Kaum Muda Berpolitik, Kenapa Tidak? – Ikatan generasi millennial yang sangat kuat dengan dunia digital pada akhirnya memang mampu menghadirkan pola komunikasi yang secara tak langsung menyingkirkan beragam cara tradisional. Maka, tak heran jika saat ini media sosial menjadi salah satu pilihan generasi millennial dalam melakukan pergerakan politik serta menarik sebanyak mungkin partisipan muda untuk turut aktif dan mengkawal dengan kritis perpolitikan tanah air.
Baca juga: Gerakan Politik Generasi Millenial di Indonesia
Hal itu pun dikemukakan oleh Budiyono (2016), dalam proses demokrasi di era digital ini, khususnya pada konteks kampanye politik saat ini, media sosial telah memiliki peran yang nyata dan menjadi alat komunikasi yang mampu menghubungkan para pelaku politik dengan konstituennya, antara komunikator dan komunikan secara jarak jauh dan bersifat masif.
Lihat saja, apa yang terjadi di Hongkong. Kemunculan Nathan Law dan Jason Wang yang masih berusia belasan tahun, mampu memobilisasi aksi masa prodemokrasi untuk bergerak di tahun 2014, bahkan aksi itu akhisnya melumpuhkan pusat ekonomi di Hongkong. Tak hanya itu, hal tersebut juga mengantarkan Nathan Law menjadi anggota parlemen disaat usianya baru 23 tahun, karena ia berhasil mengantongi 50.000 suara dari masyarakat. Popularitas Nathan Law sebagai politikus yang mewakili generasi millennial melambung dengan cepat. Hal itu pun menjadi salah satu pemicu semangat para kaum muda untuk turut ambil bagian dalam dunia politik.
Tak hanya di Hongkong, di Indonesia pun ada Tsamara Amany. Ketertarikannya dalam dunia politik, kemampuannya berorasi, hingga menuangkan buah pikiran kekritisannya dalam tulisan pun menjadi satu hal yang kini menjadikannya sosok politisi muda yang mewakili generasi millennial. Dalam beberapa kesempatan, Tsamara mengakui jika ketertarikannya pada dunia politik sudah ia sadari sejak duduk di bangku SMA, namun ia tak langsung terjuang dalam dunia politik praktis. Barulah saat terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden RI, ia mulai terjun aktif dalam dunia politik. Semula ia menuangkan kekritisannya akan politik melalui tulisan di media digital.
Perempuan kelahiran 2016 itu pun berani menunjukkan sikap politiknya dengan tegas, baginya terjun ke dalam dunia politik merupakan satu peluang untuk turut melakukan perubahan bagi masyarakat, bangsa, dan Negara. Hingga akhirnya saat ini ia bersama kawan-kawan muda mengusung sebuah partai, satu partai politik baru yang menjadi wadah kaum muda untuk terjun langsung di dunia politik aktif.
So, kaum muda, kapan nih mulai bergerak secara nyata? Jangan cuma jadi netizen nyinyir yang pinter komen tanpa solusi ya.








