Pentingnya Perlindungan Untuk Menjamin Keselamatan Petani – Menghadapi dunia pertanian gula kelapa saat ini, kita memiliki strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan ironis tersebut. Baca: Ironisnya, Sangat Jarang Keluarga Petani Yang Ingin Anaknya Jadi Petani.

Misalnya saja di Barlingmascakeb petani menyadap pohon kelapa (varietas kelapa dalam) yang memiliki ketinggian antara 10 – 25 meter. Proses menyadap nira kelapa saat ini masih dilakukan secara manual 2 kali sehari. Ini merupakan pekerjaan yang beresiko tinggi. Tak jarang petani terjatuh saat memanjat pohon kelapa. Resikonya petani bisa meninggal dunia atau cacat tetap. Khususnya bagi petani perempuan, pekerjaan memasak gula juga beresiko.

Sebagian besar kondisi dapur dan tungku memasak gula petani masih konvensional. Akibatnya asap sisa pembakaran berkutat di dalam dapur. Hal ini menyebabkan petani perempuan yang memasak gula beresiko terkena ISPA karena menghisap asap tungku pembakaran. Besarnya resiko dan tidak adanya jaminan kesehatan menyebabkan banyak orang tua yang tidak menginginkan anaknya menjadi petani gula kelapa.

Saat ini perlu ada pengembangan dapur bersih dan tungku hemat energi sebagai bentuk jaminan kesehatan bagi kaum perempuan. Tungku hemat energi akan memastikan asap sisa pembakaran tidak kembali ke dapur sehingga tidak akan terhisap oleh kaum perempuan saat memasak gula. Dapur bersih juga akan memastikan perempuan akan bekerja di lingkungan yang sehat dan aman.

Hal penting lain yang perlu disiapkan adalah memberikan jaminan kesehatan berupa asuransi bagi petani gula kelapa. Petani gula kelapa di Kab Banyumas, sudah terlindungi oleh asuransi penderes yang merupakan program dari pemerintah Kab Banyumas. Hal serupa dapat kita lakukan di kabupaten lain di wilayah Barlingmascakeb.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *