Kearifan Lokal, Identitas dan Jati Diri Bangsa

Published by LPPSLH on

Kearifan Lokal, Identitas dan Jati Diri Bangsa. Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, satu bangsa, Bangsa Indonesia. Keanekaragaman adalah satu ciri khas yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, baik itu dalam lingkup sosial, budaya, agama, dan juga politik. Inklusi Sosial.

Baca juga: Bagaimana Kelanjutan Pemenuhan Hak Masyarakat Penghayat Dalam Mewujudkan Inklusi Sosial?

Kita lihat saja bagaimana dalam sejarah panjang perjalanan Bangsa Indonesia, dimana agama lokal ataupun kepercayaan asli masyarakat setempat telah menjadi bagian dari budaya. Namun bukan mengenai agama atau kepercayaannya yang paling penting adalah mengenai sebuah kearifan lokal yang mengajarkan mengenai filosofi hidup sejati yang telah ada sejak ratusan tahun silam dan masih bertahan hingga saat ini.

Sebagai bagian dari suatu budaya dalam masyarakat, kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal atau local wisdom pada umumnya diwariskan secara terus menerus dan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui ceritadan juga ajaran. Misalnya saja kearifan lokal yang ada dalam sebuah cerita rakyat, tembang atau lagu, permainan, dan juga kepercayaan.

Dalam hal tersebut, kearifan lokal sebagai suatu pengetahuan yang dapat ditemukan dalam masyarakat lokal tertentu melalui beragam pengalaman dalam mencoba dan juga diintegrasikan dengan pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam tempat itu sendiri.

Secara etimologis kearifan lokal yang terdiri dari dua kata, yakni kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan juga lokal (local) atau setempat. Jadi secara sederhana arti kearifan lokal yang dapat dipahami adalah gagasan setempat yang bersifat asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.

Sedangkan S.Swarsi mendefinisikan kearifan lokal secara konseptual sebagai suatu kebijaksanaan manusia yang berpijak pada filosofi nilai-nilai kehidupan, etika, perilaku, dan juga cara-cara yang dilakukan secara tradisional. Ia juga meyakini bahwa kearifan lokal yang dianggap baik dan benar dalam masyarakat ini dapat bertahan dalam waktu lama bahkan jika memungkinkan dapat dilembagakan (Mariane,2014).

Jadi kearifan lokal bisa menjadi salah satu identitas budaya bangsa, yang mampu menjadikan suatu bangsa memiliki jati diri dan juga berpengaruh terhadap watak serta karakter masyarakat. Seperti halnya yang saat ini diselenggarakan, Festival Kearifan Lokal di Kulon Progo Jawa Tengah. Dengan dihadiri lebih dari 10 komunitas kearifan lokal dari berbagai pelosok tanah air. Harapannya masyarakat lebih dapat melestarikan kearifan lokal sebagai bagian budaya dan jatidiri bangsa Indonesia.


1 Comment

LL FATHURRAHMAN · June 30, 2019 at 8:25 am

nice, identitas dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, sehingga tak punah oleh waktu dan tak berubah karena zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.